Sejarah pura majapahit di suranadi erat kaitannya dengan sejarah pura
suranadi. Awalnya, danghyang nirartha atau pandita sakti wawu rawuh
yang sedang melakukan perjalanan dari Bali ke pulau Lombok tepatnya
menuju gunung rinjani. di perjalanan ke gunung rinjani, beliau melewati
Suranadi. Di sana ia bertemu dengan seseorang yang berasal dari kr.
Medain yang sedang mencari tirtha untuk melaksanakan upacara ngaben
untuk kakeknya. Beliau lalu menyuruhnya untuk mencari 5 batang bambu. Ia
menancapkan salah satu bambu lalu mencabut bambu tersebut yang kemudian
muncuah mata air yang di sebut tirtha pebersihan, dari pembersihan
beliau berjalan menuju lokasi pura ulon lalu menancapkan bambunya
kembali di namakan petirtaan, setelah itu beliau berjalan sekitar 5
meter dan menancapkan bambu lainnya lalu keluar air yang di namakan
tirtha pelukatan. Setelah itu beliau kembali lagi sejauh 50 meter menuju
lokasi tirtha pangentas lalu di tancapkannya sisa kedua bambu tersebut
di sana sehingga di namakan tirtha pangentas dan pemanahan.
Sejarah
majapahit erat kaitannya dengan kisah lubdaka. Lubdaka merupakan
seorang pemburu yang tinggal di tengah hutan. Ia sehari-harinya memburu
binatang di hutan. Suatu hari pada hari raya siwalatri ia berburu ke
hutan namun tidak mendapatkan apa-apa. Menjelang senja ia di kejar oleh
seekor singa sehingga ia menaiki pohon maja. Di atas pohon sambil
menunggu singa yang telah menjaganya di bawah pergi, ia memetik daun
maja sebanyak 108 helai untuk menjaganya agar tidak tertidur. Di pagi
hari, lubdaka pulang ke rumah tanpa membawa hasil buruan. Setelah
beberapa hari, ia jatuh sakit lalu meninggal, karena ia telah tidak
tidur saat malam Siwa atau Siwalatri ia mendapatkan anugrah dari dewa
Siwa sehingga dapat diampuni dosanya. Jadi menurut beliau, pada saat
malam siwalatri, sebaiknya kita bermeditasi di pura majapahit tersebut.
Pura
majapahit sendiri didirikan pada tahun 1915, pura ini di dirikan
bersamaan dengan linggih batara bagus gunung rinjani. pura ini di
dirikan untuk mengenang para leluhur yang berasal dari majapahit.
majapahit merupakan pura yang berposisi di tengan Hutan Taman Wisata,
yaitu tempatnya d sebelah timur badan jalan raya masuk ke tengah hutan
dan berlokasi 50 meter di sebelah utara Pura Ulon. Pura majapahit
merupakan pura yang ukurannya paling kecil di antara empat sebaran Pura
Suranadi ini. Letak pura menghadap kearah selatan dan posisinya di
kelilingi oleh Hutan Taman Wisata. Pura ini terdiri atas palinggih
Bhatara Sakti Waurauh /palinggih bhatara majapahit, palinggih ngerurah
dan bale banten. Nama pelinggih eratkaitannya dengan penghormatan atas
jasa Dang Hyang Dwijendra yang telah melaksanakan dharmayatra di
suranadi ini.
Sumber mata air yang sangat kecil terdapat di luar
pura (jaba sisi). Palinggih batara sakti waurauh berbentuk gedong,
dengan dasar berupa bataran persegi panjang satu meter kali satu
setengah meter dengan tinggi 80 cm. badan berupa kayu bertiang enam
setinggi 120 cm dengan altar berbentuk gedong terbuka yang di cat
berwarna hitam. Atapnya sangat sederhana berbahan seng, walaupun
demikian tetap dapet di benarkan asalkan model dan bentuknya sesuai
dengan yang di yakini masyarakat setempat. Pura majapahhit terletak di
tengah Hutan Taman Wisata jadi halamanya terbatas, walaupun demikian
kawasan di sekitar pura merupakan wilayah yang di gunakan untuk
aktivitas upacara. Kawasan jaba sisi pura ini, merupakan wilayah yang
statusnya masih menjadi sengketa, karena sampai saat ini belum dapat di
berikan untuk membuat dinding pemisah dengan, melainkan hanya di berikan
untuk menggunakan untuk upacara saja.
Jadi pura majapahit
terletak di Desa Suranadi yang terletak di hutan Suranadi. Yang dimana
pura majapahit sangat eratkaitannya kisah lubdaka dan dengan datangnya
Bhatara Sakti Waurauh yang melaksanakan tirtayatra.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cara Jitu Untuk Mencapai Kesuksesan
Siapapun dapat meraih kesuksesan, karena kesuksesan tidak dibawa sejak lahir melainkan di bangun dan diperjuangkan. Siapapun yan...
-
Sejarah pura majapahit di suranadi erat kaitannya dengan sejarah pura suranadi. Awalnya, danghyang nirartha atau pandita sakti wawu rawuh ...
-
Siapapun dapat meraih kesuksesan, karena kesuksesan tidak dibawa sejak lahir melainkan di bangun dan diperjuangkan. Siapapun yan...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar